Serrated Seal

Serrated Seal – Dalam proses pengemasan dan pengiriman barang, stabilitas muatan adalah segalanya. Baik itu pallet berisi karton, bahan bangunan, gulungan kabel, hingga produk manufaktur berat, semuanya membutuhkan pengikatan yang kuat agar tidak bergeser selama penyimpanan maupun transportasi.

Serrated Seal

Di sinilah strapping band (tali strapping) berperan sebagai “sabuk pengaman” untuk barang, menjaga paket tetap solid sekalipun melewati getaran, guncangan, atau perubahan posisi.

Namun, strapping band yang bagus saja belum cukup. Pengikatan hanya akan benar-benar aman jika ujung band terkunci rapat dan tidak “melorot” setelah ditarik kencang (tensioning).

Untuk kebutuhan ini, industri lazim memakai Serrated Seal komponen kecil berbentuk klip logam bergerigi yang menjadi kunci utama pengikatan strapping PET/polyester. Desain bergeriginya membuat seal mencengkeram strap jauh lebih kuat dibanding seal polos.

Artikel ini akan mengupas tuntas tentang Serrated Seal dengan target kata kunci yang jelas: apa itu Serrated Seal, terbuat dari apa, digunakan untuk apa, bagaimana cara kerjanya, keunggulan, serta tips memilih dan memasang seal yang tepat. Dengan pemahaman ini, kamu bisa memastikan sistem strapping benar-benar aman dan efisien.

Apa Itu Serrated Seal?

Serrated Seal adalah jenis seal/klip pengunci untuk strapping band yang memiliki gerigi atau gigi-gigi tajam (serration) di bagian dalamnya. Seal ini dipasang pada dua ujung strapping band yang saling tumpang-tindih, lalu dikunci menggunakan alat sealer atau combination tool. Ketika seal dikompresi, gerigi di dalam seal akan menggigit permukaan strapping sehingga ikatan tidak mudah kendur atau slip.

Serrated Seal paling umum digunakan pada PET/polyester strapping yang permukaannya cenderung halus dan tebal. Karena karakter ini, strap PET kurang cocok memakai buckle biasa atau open seal polos—risiko slip lebih tinggi. Serrated Seal hadir sebagai solusi karena gigi di dalam seal menciptakan friksi ekstra sehingga strap tetap “ketahan” di tempatnya setelah tensioning.

Dalam praktiknya, Serrated Seal sering disebut juga sebagai:

  • Polyester Serrated Seal
  • PET Serrated Seal
  • Serrated Strapping Seal
  • Serrated Open Seal (untuk tipe terbuka)

Walau istilahnya berbeda, intinya sama: seal bergerigi untuk mencengkeram strapping band.

Serrated Seal Terbuat dari Apa?

Mayoritas Serrated Seal dibuat dari baja (steel) karena butuh kekuatan tarik tinggi agar mampu menahan tegangan strapping. Berdasarkan sumber produk dari Mascot Lubricants, PET Polyester Serrated Seal tersedia untuk strap lebar 16–19 mm dan dibuat dari high tensile steel atau GI (galvanized iron) coated steel.

Secara umum, material Serrated Seal di lapangan meliputi:

  1. High Tensile Steel (Baja Tarik Tinggi)
    Material ini punya kekuatan mekanik besar sehingga tidak mudah deformasi saat dikompresi oleh sealer. Cocok untuk strapping PET yang biasanya dipakai pada beban menengah hingga berat.
  2. Galvanized / GI Coated Steel (Baja Berlapis Galvanis)
    Galvanis melindungi baja dari korosi/karat, ideal untuk pengiriman barang yang mungkin kena lembap, hujan, atau disimpan lama di gudang. Banyak produsen menyebutnya “silver finish” atau “galvanized coating”.
  3. Phosphate Coated Steel (lebih umum di pasar Eropa/AS)
    Lapisan fosfat meningkatkan ketahanan karat sekaligus menambah friksi. Meski sumber produkmu menekankan GI, di pasar global tipe fosfat juga lazim ditemukan.

Dengan kata lain, Serrated Seal = klip baja bergerigi yang kuat + kadang dilapisi anti-karat.

Digunakan untuk Apa Serrated Seal?

Fungsi utama Serrated Seal adalah mengunci strapping band supaya ikatan tidak lepas setelah ditarik kencang. Secara spesifik, penggunaannya mencakup:

1. Menyegel PET/Polyester Strapping

Serrated Seal didesain khusus untuk PET strap yang halus dan tebal. Gerigi di dalam seal menciptakan grip maksimum yang tidak bisa didapat dari seal polos. Karena itu, banyak supplier menyatakan serrated seal adalah “required” untuk PET strapping.

2. Mencegah Slip Setelah Tensioning

Ketika strapping ditension, gaya tariknya besar. Kalau seal tidak menggigit strap dengan kuat, ujung strap bisa bergerak balik dan ikatan mengendur. Serrated Seal mencegah ini dengan tread/ulir di dalam seal yang “mengunci” strap.

3. Mengamankan Muatan di Pallet dan Packaging

Mulai dari karton FMCG, produk elektronik, keramik, pipa, kayu, hingga mesin industri, semua butuh pengikatan saat dipallet atau dibundel. Serrated Seal menjadi pengunci akhir yang memastikan strap benar-benar tahan guncangan selama handling dan pengiriman.

4. Cocok untuk Berbagai Tools Strapping

Serrated seal umumnya dipakai bersama:

  • Tensioner + sealer manual (offset sealer)
  • Combination tool pneumatic/battery
  • PET strapping tool set
    Seal ini kompatibel dengan alat-alat tersebut karena dirancang untuk dikompresi sehingga geriginya menggigit strap.

Cara Kerja Serrated Seal (Kenapa Bisa Kuat?)

Cara kerja Serrated Seal sederhana tapi efektif:

  1. Strap dililitkan mengelilingi barang/pallet dan kedua ujungnya ditumpang-tindih.
  2. Seal dimasukkan ke area overlap strap.
  3. Strap ditarik kencang (tensioning) menggunakan tensioner atau combination tool.
  4. Tool kemudian meng-crimp/menekan seal.
  5. Saat tertekan, gerigi di dalam seal menancap ke permukaan strap, menciptakan friksi tinggi dan “kunci mekanis” yang mencegah strap bergerak.

Efeknya seperti “gigi jangkar”: makin besar tarikannya, makin kuat cengkeramannya. Karena itu, Serrated Seal sangat cocok untuk beban berat atau pengiriman jarak jauh.

Cara Pakai Serrated Seal (Langkah Singkat)

Berikut alur umum pemasangan:

  1. Lingkarkan strap mengelilingi paket/pallet.
  2. Tumpangkan ujung strap sekitar 20–30 cm.
  3. Masukkan Serrated Seal ke area overlap.
  4. Tensioning strap sampai kencang.
  5. Crimp/press seal menggunakan sealer sampai rapat.
  6. Potong sisa strap bila tool kamu punya cutter.

Tips kecil: lakukan crimp minimal 2 titik (untuk seal panjang) agar grip lebih merata.

Aplikasi Industri Serrated Seal

Serrated Seal banyak dipakai di berbagai sektor, misalnya:

  • Logistik & pergudangan: pengikatan pallet karton, produk retail.
  • Manufaktur: bundling komponen, mesin, spare part.
  • Material konstruksi: bata ringan, semen, keramik, pipa.
  • Industri kayu & furniture: ikatan panel, balok, mebel ekspor.
  • Industri baja & coil: mengikat gulungan/produk panjang.

Dengan kata lain, hampir semua bisnis yang mengirim barang dalam jumlah besar akan bertemu kebutuhan Serrated Seal.

Kesalahan Umum yang Bikin Seal Gagal

Supaya tidak rugi di lapangan, hindari ini:

  1. Ukuran Seal Tidak Sesuai Strap
    Ini penyebab gagal paling umum.
  2. Crimp Kurang Kuat
    Seal tidak tertekan penuh → gerigi tidak menggigit maksimal.
  3. Tool Tidak Cocok / Aus
    Sealer aus bikin tekanan tidak merata.
  4. Strap Kotor atau Berminyak
    Minyak/debu menurunkan friksi gerigi.
  5. Over-tension di Luar Spesifikasi Strap
    Strap bisa putus atau deform, mengurangi kekuatan sambungan.

Kesimpulan

Serrated Seal adalah seal bergerigi berbahan baja yang dirancang khusus untuk menyegel dan mengunci strapping band PET/polyester. Berbeda dengan seal polos, Serrated Seal punya gerigi di bagian dalam yang menciptakan friksi tinggi sehingga strap tidak slip setelah ditension. Seal ini sangat penting untuk menjaga keamanan muatan selama penyimpanan dan pengiriman.

Dari sisi material, Serrated Seal umumnya terbuat dari high tensile steel dan sering diberi lapisan GI/galvanized untuk ketahanan korosi. Produk rujukan yang kamu berikan menyebut ukuran umum 16–19 mm, sesuai standar PET strapping untuk beban menengah hingga berat.

Jika kamu memakai PET strapping—terutama yang permukaannya halus—Serrated Seal bukan sekadar aksesori, melainkan komponen kunci. Memilih ukuran dan material yang tepat, lalu memasangnya dengan tool yang sesuai, akan memastikan ikatan kuat, aman, dan minim risiko kerusakan barang di perjalanan.

error: Content is protected !!